Kenaikan UMK Harus Sesuai Survey

3

JL RAYA BANDUNG – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur beserta Dewan Pengupahan belum menetapkan nilai kebutuhan hidup layak (KHL). Sementara, survey akan dilaksakanan dan ditentukan di tiga titik, yakni Pasar Ciranjang, Pasar Induk Cianjur (PIC), dan Pasar Cipanas.
Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Sumitra, mengatakan, penetapan KHL belum dilakukan karena tim survey masih melakukan pengkajian dan pengolahan masukan tentang penetapan upah minimum kabupaten (UMK) 2015. Setelah itu, baru lah KHL dapat ditetapkan sesuai survey dan kajian.
“Saat ini surveinya masih dalam penggodokan. Kami akan melakukan di beberapa titik pasar tradisional di Kabupaten Cianjur,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (29/10).
Sumitra, yang juga Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Cianjur ini, menerangkan, penetapan hasil KHL direncanakan akan diputuskan pada 5 Oktober 2014 nanti. Dalam waktu dekat ini, dewan pengupahan pun akan melakukan rapat untuk melakukan kordinasi dengan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat (Jabar).
“Paling lambat mungkin 5 November, karena terakhir pada tanggal 7 November. Memang ada beberapa hal yang harus diolah karena ada masukan-masukan dari pihak lain terkait nilai KHL,” ujar dia.
Sumitra tidak menampik, jika ada masukan dari serikat pekerja terhadap kenaikan UMK 2015. Menurutnya, siapapun boleh memberikan masukan terhadap kenaikan UMK. Akan tetapi, penetapan UMK tetap harus disesuiakan dengan hasil survey. “Hasil survey ini kan ada beberapa unsur yang melakukan survei, seperti unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Makanya saya mengimbau semuanya harus berjalan normatif dalam menentukan KHL,” bebernya.
Dia mengakui, ada rasa kekhawatiran dari pemerintah mengenai geliat investasi Kabupaten Cianjur yang bakal menurun akibat adanya kenaikan UMK di luar hasil survey. Menurutnya, UMK 2015 harus mengakomodir kepentingan pengusaha dan tenaga kerja. “Alhamdulillah, untuk UMK 2014 belum ada keluhan dari pengusaha sampai jelang pergantian tahun ini. Memang ada penangguhan yang masuk. Dari empat, dua perusahaan yang dikabulkan penaguhannya,” ungkap dia.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Cianjur, Asep Saeful Malik, tetap ngotot bahwa kenaikan gaji harus sebesar 20 persen dari UMK sebelumnya, yakni sebesar Rp1,5 juta per bulan berdasarkan hasil keputusan Musda IV FSP TSK SPSI Provinsi Jabar. Para buruh mengharapkan kenaikan gaji bisa mencapai Rp1,8 juta, dan itu sesuai kenaikan kebutuhan yang terjadi saat ini.
“Kenaikan UMk sebesar 20 persen ini akan merata di seluruh Jabar. Sebab dasar permohonan ini karena harus ada pemerataan. Namun jika dewan pengupahan tidak mengabulkan, kami akan melakukan aksi bersama ribuan buruh di Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.(red)

Petani Khawatir Pupuk akan Langka

Menjelang Musim Tanam Pertama

magelang  m8g-huj foto	:(KR-zaini arrosyid) petani1.jpg, petani2.jpg, petani3.jpg caption	: Petani mencangkul di sawah untuk ditanami palawija Musim Kemarau Petani mengalihkan Bertanam Palawija dan Tembakau TEMANGGUNG (KR) - Petani sawah di kabupaten Te
SUKALUYU – Menghadapi musim tanam pertama sejumlah petani di Kecamatan Sukaluyu meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan terkait subsidi pupuk dan benih. Hal ini untuk mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan mereka karena selama ini distribusi pupuk dan benih bersubsidi selalu telat diterima para petani.
Herman, salah seorang petani di Kecamatan Sukaluyu mengatakan, pemerintah harus dapat memperbaiki sistem distribusi pupuk dan benih bersubsidi sehingga bisa tepat digunakan petani pada awal musim tanam mendatang.
“Selama ini pendistribusian pupuk dan benih bersubsidi kerap terlambat, sehingga kami terpaksa harus mengeluarkan modal sendiri setiap memasuki musim tanam,” kata Herman, kemarin.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Lima Sekawan, Asep mengungkapkan, kebutuhan pupuk petani pada awal musim tanam mendatang diperkirakan akan mengalami peningkatan.
“Akibat musim kemarau yang berkepanjangan membuat kultur tanah lebih membutuhkan banyak pupuk, sehingga diperkirakan kebutuhannya akan meningkat pada awal musim tanam mendatang,” ungkap Asep.
Dia menuturkan, musim tanam akan berlangsung pada awal bulan Desember mendatang, dan diharapkan dapat serentak sehingga dapat memutus pergerakan hama.
“Untuk harga pupuk, kami belum mengetahui perkembangan harga pupuk yang terbaru. Namun, kami prediksi harga pupuk akan meningkat mengingat adanya pengurangan pupuk bersubsidi,” tuturnya.
Sementara itu, Humas PT Pupuk Kujang (Persero), Ade Kurniawan selaku produsen pupuk menyatakan kesiapannya memasok kebutuhan pupuk untuk para petani di wilayah Jawa termasuk para petani di Kabupaten Cianjur.
“Kami telah menyiapkan stok banyak untuk memenuhi kebutuhan pupuk, jadi jangan khawatir para petani tidak kebagian pupuk,” kata Ade, belum lama ini. (ang)

Warga Masih Butuh PPIP

Bisa Membantu Peningkatan Infrastruktur Jalan Desa

4

JL PROMOYA – Kepala Dinas Tata Tuang dan Pemukiman (Distarkim) Kabupaten Cianjur, Yoni Raleda, mengharapkan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) terus dilanjut meskipun pemerintahan saat ini berganti. Pasalnya, masih banyak wilayah Kabupaten Cianjur yang belum mendapatkan program tersebut untuk pembangunan desa.
“Program ini harus dilanjut, walaupun dengan pemerintahan yang baru. Jangan sampai terhenti karena masih banyak wilayah Cianjur yang belum mendapatkan program PPIP. Saya rasa itu harapan dari kami, untuk dilanjutkan pembangunannya,” papar Yoni kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.
Dia menjelaskan, saat ini baru 31 desa yang sudah merasakan program tersebut dari jumlah desa sebanyak 360 desa se- Kabupaten Cianjur. Meski hampir semua desa mengusulkan, namun pemerintah pusat hanya memprioritaskan 31 desa untuk Kabupaten Cianjur.
“Mungkin saja alokasi dana dibuatkan skala prioritas untuk kabupaten/kota lain. Jadi Kabupaten Cianjur dapat jatah 31 desa,” jelasnya.
Menurutnya, program itu di Kabupaten Cianjur sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Adapun beberapa kegiatan pembangunannya seperti, perbaikan infrastruktur, air bersih, dan pembangunan lainnya yang memang diperlukan oleh warga.
“PPIP ini untuk memenuhi infrastruktur ke desa, yang tentunya kami ingin memberikan pelayanan kepada warga dengan baik. Sementara dana bantuan dari pemerintah pusat ini sudah beberapa tahun dan warga sangat merasakan manfaatnya,” ujar dia.
Dengan demikian, tambah Yoni, PPIP ini dapat dilanjukan sampai dengan tingkat kecamatan yang membutuhkan bantuan tersebut. Maka dengan bantuan dana dari pemerintah pusat, pembangunan di Kabupaten Cianjur akan terus meningkat secara bertahap.
“Manfaatnya cukup besar dari PPIP ini. Kami akan tetap mendukung program ini,” tandasnya. (red)

Didik Siswa Pada Bidang Keagamaan

Ciptakan Anak Soleh, Cerdas, dan Berakhlak

2
Jl SURYAKANCANA – TK BPP Kananga di Jalan Suryakecana, terus berupaya mendidik siswa pada bidang keagamaan. Tujuannya, untuk menciptakan siswa yang mandiri, cerdas, berprestasi, soleh, beraklak, dan aktif.
Hal itu diungkapkan, Guru TK BPP Kananga, Hilda Mugnirat. Pihaknya mengaku, demi mewujudkan keinginan tersebut, pihak sekolah mengadakan berbagai kegiatan keagamaan yang digemari para siswa. Dalam satu pekan, diadakan kegiatan salat bersama dan acara keagamaan lainnya.
“Tentu saja kami ingin mencetak siswa yang berkualitas. Seperti anak yang mandiri, cerdas, soleh, aktif, dan yang paling utama yakni berakhlak mulia merupakan keinginan kami,” ungkapnya kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.
Di TK BPP Kananga sendiri, lanjut dia, ada sebanyak tiga pengajar atau guru yang selalu aktif membina para siswanya. Adapun kegiatan yang rutin dilaksanakan, yakni setiap Jumat siswa diajak untuk mengikuti praktik salat.
“Selain itu adapula olahraga yang dilaksanakan setiap Rabu dan manasik haji bersama sekolah lain,” paparnya.
Kegiatan mengaji Iqra pun, dia menambahkan, selalu dilaksanakan setiap pagi. Hal tersebut bertujuan untuk mengajarkan siswa sejak dini mengenal huruf hijaiyah sejak dini sehingga saat lulus diharapkan bisa membaca dengan lancar.
“Setiap pukul 08.00 Wib siswa melaksanakan pembacaan Iqra dari Senin sampai Jumat selama setengah jam. Tujuannya untuk mengenali huruf hijaiyah sejak dini, juga tahfidz surat pendek, dan pengenalan Al-Quran sebelum SD,” kata dia.
Dia pun berharap, agar para siswa dapat memanfaatkan ilmu yang sudah diajarkan terlebih ilmu agama. “Semoga siswa tidak hanya berprestasi di bidang ilmu umum saja, tetapi juga menguasai ilmu agama yang diajarkan sampai bermanfaat,” pungkasnya.(mg25)

BPBD Siap Keluarkan Status Siaga Bencana

Hujan Lebat, Waspadai Longsor

???????????????????????????????

JL RAYA CIBEBER – Wilayah Kabupaten Cianjur mulai diguyur hujan lebat sejak beberapa hari terakhir ini. Oleh karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Cianjur mewanti-wanti agar warga selalu waspada bencana longsor, angin kencang, dan banjir bandang.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suhara, mengatakan, meski belum memasukan status tanggap darurat bencana alam, namun pihaknya meminta warga waspada karena hujan lebat mulai hampir mengguyur seluruh wilayah di Kabupaten Cianjur.
“Hampir sepekan hujan lebat turun. Maka jika intensitas hujan ini tinggi, warga yang tinggal di wilayah perbukitan harus waspada,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (28/10).
Menurutnya, beberapa lokasi rawan longsor di wilayah Cianjur Utara, yakni di Kecamatan Sukaresmi, Cipanas, Pacet, Cugenang, dan Cikalongkulan. Sedangkan di wilayah selatan, yaitu Campaka, Campakamulya, Takokak, Pagelaran, Sukanagara, Cikadu, Cibinong, Pasikuda, dan hampir seluruh wilayah di selatan itu rawan bencana longsor.
“Sementara untuk rawan banjir bandang, juga berpotensi di seluruh sungai-sungai besar yang ada di Cianjur. Sedangkan untuk rawan angin kencang biasanya berada di wilayah pesisir pantai dan perbukitan,” jelasnya.
Asep menyebutkan, banjir dan tanah longsor bisa terjadi jika hujan lebat turun dalam intensitas yang cukup lama. BPDB memperkirakan, puncak musim hujan akan terjadi September hingga Mei 2015 nanti. “Tapi di Kabupaten Cianjur, bulan ini (Oktober, red) sudah memasuki musim hujan meski cuaca panas masih tinggi. Tetapi, justru dengan musim panas berkepanjangan lalu intensitas hujan tinggi, malah makin berbahaya,” pungkasnya.
Asep Suhara menuturkan, permintaan siaga bencana segera disampaikan melalui pimpinan wilayah seperti camat dan jajarannya sampai kepada para kepala desa. “Sebenarnya untuk warga yang tinggal di daerah langganan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor kewaspadaan dini sudah dilakukan. Di antaranya dengan mengamankan benda-benda berharga dari kemungkinan genangan air, termasuk pembersihan saluran air untuk menunjang kelancaran aliran air menuju anakan sungai,” jelasnya.
Tindakan kewaspadaan dini yang dilakukan oleh warga sudah sangat bagus untuk antisipasi bencana, dengan begitu sangat diharapkan tingkat kerugian bisa diminimalisir. “Semoga tidak ada yang menjadi korban bencana di musim hujan kali ini,” tambahnya.(red/nik)

Sejumlah Kampung Minim MCK

Sungai jadi Tempat Alternatif Cari Air

3

CUGENANG – Beberapa perkampungan di Desa Cijedil Kecamatan Cugenang, seperti di antaranya Kampung Pos, Pamempeuk, Cijedil, Banjarpinang, dan Gununglanjung, mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, pemerintahan desa setempat berencana membangun fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK).
Apalagi di wilayah tersebut fasilitas MCK masih sangat kurang. Alasan itu yang membuat pemerintah desa mengajukan permohonan bantuan pembangunan MCK ke pemerintah pusat.
Sekretaris Desa Cijedil Halimah mengungkapkan, masih banyak warganya yang beraktivitas di alirang sungai, seperti mencuci baju, mandi, dan buang air. Selain dapat merusak lingkungan, aktivitas tersebut pun
dianggap berbahaya bagi warga.
“Masih banyak warga di beberapa kampung itu masih menggunakan sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Selain akibat deterjen yang dapat merusak lingkungan, dari faktor kesehatan, warga pun dapat terganggu. Oleh karena itu kami membantu dengan mengajukan
pembangunan MCK pada pemerintah pusat,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres,
kemarin (28/10).
Proyek pembangunan MCK yang mencakup tujuh RW di beberapa kampung itu diharapkan bisa terrealisasi menjelang akhir tahun. Hal itu sendiri demi kesejahteraan warga Desa Cijedil. Halimah berharap agar pengajuan segera ditanggapi oleh pemerintah pusat.
“Kami berharap agar pengajuan segera ditanggapi oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.(mg27)

Ditarget Rampung Desember 2014

4

JL PANGHID – Penataan Taman Prawatasari di Jalan Pangeran Hidayatulloh, Kelurahan Sawahgede Kecamatan Cianjur, dipastikan selesai pada jadwal yang ditentukan pada Desember 2014 mendatang. Dari sebelas perencanaan pembangunan, hanya tiga item yang diprioritaskan terlebih dahulu.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur Rika Ida Mustikawati mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan Lapang Prawatasari ini sudah berjalan 27 hari dengan pengerjaan fisik sudah selesai sekitar 70 persen. Artinya, sisa waktu pembangunan selama 63 hari dipastikan rampung sesuai target.
“Proritas penanganan lapang Prawatasari ini yakni pembangunan tribun untuk upacara, kawasan kuliner, dan gapura. Secara umum kami optimis perluasan taman hijau akan selesai pada waktu yang ditentukan,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (28/10).
Dia menjelaskan, pembangunan lapangan tersebut tidak akan mengubah fungsinya. Warga tetap bisa menggunakannya sebagai sarana olahraga dan tempat bersantai. Bahkan, sebanyak 31 pedagang masih bisa berjualan setelah pembangunan kawasan kuliner selesai.
“Lapang ini juga merupakan sarana prasarana pemerintah daerah yang digunakan berbagai kegiatan seperti upacara. Maka kedepannya, fungsi taman atau lapang ini akan lebih kami tonjolkan. Tapi untuk para pedagang kami tidak bisa mengusir. Jadi kami fasilitasi dengan membangun sebanyak 25 unit kios, ” jelas Rika.
Rika menyebutkan, dana penataan ini bersumber dari APBD Provinsi pada 2014 senilai Rp3.482.607.000, dengan waktu pelaksanaan 90 hari dimulai pada 25 September 2014 lalu. Sedangkan rekapitulasi dana untuk pengerjaan persiapan sebesar Rp66.758.454, pembangunan tribun sebesar Rp1.944.091.012, kios kuliner sebanyak 25 unit sebesar Rp873.453.270, pintu gerbang Rp164.891.093, dan pembangunan WC senilai Rp117.722.239.
“Jika ditotalkan jumlah penataan taman ini sebesar Rp3,4 miliar. Paling besar biaya pembangunannya diperuntukkan untuk membangun tribun upacara,” bebernya.
Perencanaan pembangunan ini, lanjut dia, berdasarkan keluhan warga karena fungsi Taman Prawatasari menjadi ekses negatif. Seperti dijadikan tempat tawuran, kumpulan geng motor, dan aktivitas negatif lainnya.
“Bahkan saya sendiri pernah terjebak di antara tawuran anak sekolah di Taman Prawatasari ini. Oleh karena itu, karena taman ini ikon kota, kami akan melakukan penataan yang terbaik,” ungkapnya.
Pelaksana Kontraktor PT Pinapan Gunung Mas, Wawan Herdia Warsita menuturkan, pengerjaan proyek penataan Taman Prawatasari sudah plus 10 persen. Kini tahap selanjutnya sudah berjalan dan dipastikan akan selesai sesuai waktu yang ditentukan.
“Kami bekerja siang dan malam. Tujuannya agar selesai tepat waktu. Kami juga mempunyai tenaga kerja sebanyak 130 orang, dan dibagi grup untuk pengerjaan bangunan itu,” pungkasnya. (red)