Suranto Daftar, Herman Masih Jalan-jalan

Ada 8 Nama Daftar ke PDIP, Demokrat Belum Punya Calon

JL KH ABDULLAH BIN NUH – Sejak diumumkanya penjaringan calon kepala daerah yang dilakukan DPC PDIP Kabupaten Cianjur, terhitung dari Senin (23/3) hingga sekarang sudah ada 8 nama yang mendaftar dan mengambil formulir persyaratan. Salah satunya adalah dr H Suranto MM, Wakil Bupati Cianjur yang masih aktif.
Menurut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Dadang Sutarmo, penjaringan yang dilakukan selama satu minggu terakhir memang cukup banyak menjadi pusat perhatian. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya calon yang mendaftar baik secara langsung ataupun melalui telepon.
“Memang yang sudah mendaftar dan mengisi formulir. Ada 8 orang, di antaranya, Suranto, Iwan Permana, dan Abah Ruskawan. Dari internal partai (PDIP) ada Cecep Buldan. Sementara calon lain baru menghubungi melalui telepon,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (31/3).
Dadang menjelaskan, dari kedelapan nama calon yang sudah secara resmi mendaftar di DPC PDIP, pihak PDIP akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi secara politik. Tujuannya agar bisa menyatukan visi dan misi. “Tidak menutup kemungkinan nama-nama calon akan bertambah. Setelah itu nanti para calon pada tangal 14 Maret akan dilakukan verifikasi kelayakan dan tes kesehatan,” ucapnya.
Ditambahkan olehnya, hingga kini penjaringan masih dilakukan di DPC PDIP sampai batas tahap pertama pada tanggal 12 April. “Siapa saja yang mau mendaftar bisa datang langsung ke DPC PDIP. Kami tidak memberikan syarat khusus apalagi harus membayar dalam bentuk apapun. Penjaringan murni hanya untuk memilih calon yang pantas menjadi pemimpin dan akan diusung oleh PDIP,” tegasnya.
Kemudian kata dia, setelah menemukan calon yang cocok dari hasil penjaringan serta sudah diverifikasi dan dilakukan survei kelayakan publik, dan bisa menarik perhatian warga nantinya akan di ajukan ke DPP PDIP. “Survei kami lakukan berdasarkan kualitas dan kredibilitas serta kemampuan sang Calon untuk memipin, itu yang paling utama. Bukan hanya sekedar menjual nama ke publik,” tandasnya.
Sementara itu, H Herman Suherman, yang memastikan menjadi bakal calon Bupati Cianjur pada pilkada Desember mendatang semakin gencar melakukan safari politik untuk mencari dukungan dari warga. Ditemani Bupati Cianjur, Drs H Tjeptjep Muhtar Soleh MM, Direktur Utama PDAM ini menyambangi Kecamatan Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, kemarin (31/3).
Dalam sambutannya, Kang Herman (sapaan akrab Herman Suherman), mengatakan akan melanjutkan program yang sudah disusun oleh Bupati Cianjur sekarang. Sebab menurutnya, program yang sekarang dicanangkan sudah terbukti bermanfaat bagi warga Cianjur. “Program yang sudah berjalan saat ini sudah terbukti berjalan dengan baik dan memang dibutuhkan oleh warga Cianjur,” tutur dia dalam sambutannya saat rapat bersama warga Cipanas di Berlian Resort Cipanas kemarin (31/3).
Tidak hanya itu, dia mengiming-imingi para ketua RT di Kecamatan Cipanas dengan programnya yang akan menaikan insentif bagi RT yang semua Rp10 juta menjadi Rp12,5 juta per tahun. “Ketika Bupati sekarang sudah lengser, para ketua RT tidak perlu takut insentif akan hilang. Tapi saya akan naikan Rp2,5 juta dari yang sebelumnya,” ucapnya.
Sebagai balon yang sudah mendapatkan restu dari sang pemimpin yang masa jabatannya akan habis tahun depan, dirinya optimistis akan maju di pilkada sekarang dan meminta doa serta dukungannya kepada warga Cipanas.  “Alahamdulillah saya sudah mendapatkan restu dari Bapak Bupati untuk maju di pilkada sekarang. Saya minta doa dan dukungannya dari seluruh warga Cipanas aagr bisa menjadi Bupati di periode berikutnya,” papar Herman.
Sementara itu, Tjetjep Muhtar Soleh menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan perpisahan dan memohon maaf apabila ketika masa pemerintahannya belum terlaksanakan secara maksimal. “Masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh bupati selanjutnya. Oleh karenanya harus ada figur yang bisa menyelesaikan semua itu mulai dari infrastruktur jalan hingga permasalahan lainnya,” jelasnya.
Tjetjep mengatakan, Partai Demokrat sendiri belum bisa menentukan siapa yang akan menjadi calon bupati dan wakilnya. “Calon bupatinya juga belum ada apalagi wakilnya,” tutup dia.(mg29/mg30)

Tingkatkan Pencapaian IPM

 “Dalam rakor mengoordinasikan berbagai kegiatan. Di antaranya, lomba kinerja kecamatan, lomba sekolah sehat, lomba Posyandu, dan lomba bina wilayah,” Hendri Prasetyadhi Camat Bojongpicung,


“Dalam rakor mengoordinasikan berbagai kegiatan. Di antaranya, lomba kinerja kecamatan, lomba sekolah sehat, lomba Posyandu, dan lomba bina wilayah,”
Hendri Prasetyadhi
Camat Bojongpicung,

April, Kecamatan Bojongpicung Gelar Berbagai Perlombaan

BOJONGPICUNG – Memasuki awal April 2015, Kecamatan Bojongpicung akan mengadakan beberapa perlombaan. Hal itu disampaikan Camat Bojongpicung, Hendri Prasetyadhi. Menurutnya, sedikitnya ada empat perlombaan yang akan dilaksanakan, dan seluruhnya sudah dikoordinasikan dalam rapat tingkat kecamatan, belum lama ini.
“Dalam rakor mengoordinasikan berbagai kegiatan. Di antaranya, lomba kinerja kecamatan, lomba sekolah sehat, lomba Posyandu, dan lomba bina wilayah,” ungkapnya kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.
Hendri mengatakan, lomba kinerja kecamatan bertujuan menilai pencapaian indeks pencapaian manusia (IPM). Sedangkan lomba sekolah sehat, lanjut dia, untuk mengajarkan cara hidup bersih kepada anak usia sekolah, dan lomba posyandu untuk mengukur pelayanan dan fungsi posyandu.
“Tujuan itu sesuai dengan perlombaannya. Ya contohnya lomba kinerja kecamatan untuk menilai pencapaian IPM dari dua tahun ke belakang, yakni 2013 dan 2014. Lomba Posyandu  tentang pelayanan dan fungsinya, lomba bina wilayah untuk peran serta perempuan melalui pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), dan lomba sekolah sehat orientasi terhadap UKS,” tuturnya.
Tak hanya itu, kata Hendri, dalam lomba sekolah, pemberian informasi tentang pengetahuan hidup bersih pun menjadi hal yang utama.
“Selain orientasi terhadap UKS, berikut sarana pendukung lainnya, termasuk pemberian pengetahuan perilaku hidup bersih dari usia sekolah. Di situ diajarkan cara hidup bersih dan sehat, serta pelayanan terhadap rekan-rekan di sekolah. Semua lomba dilaksanakan April,” tandasnya.(mg25)

BBM Diprediksi akan Naik Lagi

Ketua DPC Organda Kabupaten cianjur, Dede Sufyanudin, menjelaskan, pada saat pertama penurunan harga BBM memang sudah ditetentuan dan dibuat standar tarif bawah dan atas melalui SK bupati. Maksudnya tarif angkum bisa dilihat bila BBM masih di harga Rp8.500 per liter, maka tarif angkum tetap di kisaran Rp3 ribu (tarif dasar atas).

Ketua DPC Organda Kabupaten cianjur, Dede Sufyanudin, menjelaskan, pada saat pertama penurunan harga BBM memang sudah ditetentuan dan dibuat standar tarif bawah dan atas melalui SK bupati. Maksudnya tarif angkum bisa dilihat bila BBM masih di harga Rp8.500 per liter, maka tarif angkum tetap di kisaran Rp3 ribu (tarif dasar atas).

Organda Belakukan Tarif Dasar Atas dan Bawah

JL RAYA BANDUNG – DPC Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Cianjur memprediksi kenaikan tarif angkutan umum (angkum) sebesar 20 persen atau senilai Rp200. Hal ini berdasarkan presentasi kenaikan tarif dasar atas dan bawah.
Ketua DPC Organda Kabupaten cianjur, Dede Sufyanudin, menjelaskan, pada saat pertama penurunan harga BBM memang sudah ditetentuan dan dibuat standar tarif bawah dan atas melalui SK bupati. Maksudnya tarif angkum bisa dilihat bila BBM masih di harga Rp8.500 per liter, maka tarif angkum tetap di kisaran Rp3 ribu (tarif dasar atas).
“Bila BBM turun di bawah harga Rp6 ribu per liter maka akan disesuaikan dengan persentase angka dan inflasi, yakni tarif bawah atas sebesar Rp2.500,” paparnya kepada Cianjur Ekspres ketika dihubungi melalui telepon seluler, kemarin (31/3).
Diungkapkannya, sekarang harga premium dari asalnya Rp6.900 menjadi Rp7.400 dan solar dari harga awal Rp6.400 menjadi Rp6.900, maka dari itu inflikasi kenaikan tarif angkum berarti diperkirakan berkisar 20 persen.
“Kenaikan ditentukan harga minyak dunia turun secara drastis 50 dolar per barel dan diprediksi mengalami kenaikan BBM akan terjadi lagi. Maka dari itu, diadakan tarif atas dan bawah melalui SK bupati dan di voting dengan perkiraan kenaikan tarif angkum tidak boleh melebihi Rp3 ribu selama harga BBM masih dikisaran Rp8.500 per liter,” terangnya.
Sedangkan, kada Dede, untuk tarif angkum yang berada di luar trayek kota seperti Ciranjang-Cianjur dan Cikalong memang sudah dipatok dan memiliki harga sendiri. Karena sesuai ketentuan dan kesepakatan SK bupati ketika kenaikan BBM yang pertama.
“Kami bingung dengan naik dan turunya harga BBM. Meski demikian sampai saat ini harga tarif belum mengalami perubah. Insyaallah kami akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk mencari solusi dan memberikan surat edaran apakah ada kenaikan atau tetap di harga yang sama,” tandasnya.(mg29)

Puluhan Rumah Terancam Longsor

"Kemarin saja rumah rusak karena longsor jadi bertambah menjadi enam rumah," Cevi Zakaria Sekdes Batulawang

“Kemarin saja rumah rusak karena longsor jadi bertambah menjadi enam rumah,”
Cevi Zakaria
Sekdes Batulawang

Warga Dievakuasi ke Posko Darurat
CIPANAS – Puluhan rumah di Kampung Sindanghayu Desa Batulawang Kecamatan Cipanas terancam longsor. Pasalnya, saat ini retakan tanah atau pergeseran tanah terus terjadi ketika hujan deras turun dalam beberapa hari ini.
Sekdes Batulawang, Cevi Zakaria, mengatakan, jika hujan deras terus terjadi dalam satu pekan kedepan, maka diprediksi akan terjadi longsor susulan. Pasalnya, pergeseran tanah terus terjadi jika hujan deras turun.
“Kemarin saja rumah rusak karena longsor jadi bertambah menjadi enam rumah,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.
Dia menjelaskan, kondisi para korban kini cukup baik lantaran sudah dievakuasi dengan menempati posko yang dibuatkan. Meskipun akan ada longsor susulan, mengingat tanah terus mengalami pergerakan.
“Setelah diguyur hujan lebat pergerakam tanah semakin cepat, sehingga sekarang ada enam rumah dari 65 rumah yang rusak serta kami pun mengupayakan bantuan bagi mereka,” kata dia.
Kemudian, kata Cevi, saat ini sebagian dari mereka sudah menyelamatkan barang berharga dan tinggal di rumah saudara terdekatnya. “Selain itu, korban pun sudah kami kucurkan bantuan dari pemerintah sebanyak dua kali berupa sembako dan alat tidur,” ujarnya.
Sehingga pihaknya kini tengah bermusyawarah bersama para korban untuk perencanaan relokasi tempat tinggal. “Musyawarah akan berjalan untuk tahap perelokasian korban longsor, setelah hal ini benar-benar selesai,” tutupnya.(mg27)

Nasi Yes, Singkong No!

Cecep Syaepudin Zuhri SH Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur  "Memaparkan soal program yang dianjurkan dari Gubernur Jawa Barat tentang imbauan warga supaya mengkonsumi singkong sebagai pengganti nasi sangat sulit diterapkan,"

Cecep Syaepudin Zuhri SH
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur. Memaparkan soal program yang dianjurkan dari Gubernur Jawa Barat tentang imbauan warga supaya mengkonsumi singkong sebagai pengganti nasi sangat sulit diterapkan.

Warga Belum Terbiasa Ganti Makanan
JL ARAHA – Mahalnya harga beras yang diakibatkan stok impor berkurang memang menjadi kendala bagi warga, khususnya di Kabupaten Cianjur. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur Cecep Syaepudin Zuhri SH, kemarin (31/3), memaparkan soal program yang dianjurkan dari Gubernur Jawa Barat tentang imbauan warga supaya mengkonsumi singkong sebagai pengganti nasi sangat sulit diterapkan. Pasalnya, budaya warga Cianjur sudah terbiasa mengonsumsi nasi.
Menurutnya, program tersebut bisa dilakukan apabila stok beras memang sudah langka dan sulit ditemui sama sekali. Untuk sekarang Kabupaten Cianjur masih aman dari kelangkaan beras, setidaknya meski sulit tapi masih bisa ditemui setiap hari.
“Lebih baik programnya diganti bukan diwajibkan makan singkong, tapi setiap Senin dan Kamis puasa. Sudah jelas mendapatkan pahala, dan stok beras di gudang otomatis tidak akan berkurang,” tegasnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (31/3).
Selain itu, lanjutnya, bila program berjalan dan mulai diterapkan maka akan muncul perdebatan baru. Misalnya orang yang mampu membeli beras akan protes dengan kewajiban program tersebut karena merasa direpotkan. “Bisa saja terjadi hal tersebut, karena budaya Cianjur sudah terbiasa makan nasi dan untuk beralih ke singkong sangat susah,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, dr H Suranto MM, memaparkan adanya program tersebut dilihat setelah pemerintah menilai bahwa konsumsi nasi di Indoneaia dua kali lipat lebih banyak dibanding negara lain, salah satunya Jepang. “Sulit menerapkan program tersebut, warga Cianjur terbiasa makan nasi. Bahkan kenyataannya bukan dibanyakan aneka lauk-pauk melainkan nasi,” terangnya.
Dikatakan dia, memang bila warga mengonsumsi beras secara berlebih bisa berdampak pada krisis pangan khususnya di dalam negeri. Buktinya pemerintah berencana menambah pasokan beras impor dari Thailand dan Vietnam. “Kini masalahnya bukan stok beras susah, atau melimpahnya singkong di setiap daerah, tapi yang jadi masalahnya hanya di lidah warga yang biasa makan nasi bukan singkong,” ujarnya.
Selain itu Suranto menjelaskan, warga sedikit sulit untuk mengkonsumsi singkong sebagai pengganti beras karena rasanya yang berbeda. “Mungkin butuh waktu yang lama, meskipun kami ketahui Kota Bandung sudah menerapkan program tersebut, tapi itu bukan salah satu program utama kami,” tandasnya.(mg29)

Menyiapkan Koneksi Cepat dengan 4G

 "LTE merupakan standar baru sebuah nirkabel tingkat tinggi yang berbasis jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA. Teknologi ini membuat kita bisa mendapatkan koneksi cepat untuk mengakses data lewat perangkat mobile, dibandingkan jika menggunakan jaringan 3G maupun 3,5 plus," Rudi Rahman Hidayat Regional Sales Manager XL


“LTE merupakan standar baru sebuah nirkabel tingkat tinggi yang berbasis jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA. Teknologi ini membuat kita bisa mendapatkan koneksi cepat untuk mengakses data lewat perangkat mobile, dibandingkan jika menggunakan jaringan 3G maupun 3,5 plus,”
Rudi Rahman Hidayat
Regional Sales Manager XL

Target Pada 2016 Nanti

JL KH ABDULLAH BIN NUH – Operator telekomunikasi seluler XL saat ini telah menyiapkan koneksi cepat dengan menggunakan teknologi seluler terkini yang dinamakan Long Term Evolution (LTE) atau yang lebih dikenal dengan teknologi generasi keempat (4G). Axiata, sebagai pemegang saham terbesar XL, menargetkan XL mulai merambah teknologi koneksi cepat 4G pada 2016 mendatang.
Regional Sales Manager XL, Rudi Rahman Hidayat, menuturkan, saat ini persiapan untuk penerapan koneksi cepat dengan teknologi 4G LTE sudah dilakukan seperti menyiapkan spektrum untuk 4G, peralatan untuk mendukung migrasi dari 3G ke 4G, dan membangun pembaruan konten yang bisa dioperasikan melalui 4G.
“LTE merupakan standar baru sebuah nirkabel tingkat tinggi yang berbasis jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA. Teknologi ini membuat kita bisa mendapatkan koneksi cepat untuk mengakses data lewat perangkat mobile, dibandingkan jika menggunakan jaringan 3G maupun 3,5 plus,” tuturnya kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.
4G LTE sendiri diadopsi pertama kali oleh sebuah perusahaan di Stockholm dan Oslo. Selain dapat mengirimkan data berkecepatan tinggi, LTE pun dapat melakukan multimedia unicast dan servis penyiaraan multimedia. LTE merupakan teknologi seluler terkini yang juga populer dengan sebutan seluler generasi keempat (4G) yang dikenal sebagai evolusi teknologi seluler menuju jaringan broadband (pita lebar) yang mampu men-deliver data dengan kecepatan download mencapai 300 Mbps dan upload data hingga 75.4 Mbps.
“4G memungkinkan pelanggan menikmati aneka layanan dengan kecepatan maksimal. Teknologi koneksi cepat LTE, secara teknis kemungkinan akan  mempertemukan pelanggan seluler (GSM) dengan CDMA, karena keduanya mengarah kepada LTE untuk teknologi 4G,” kata dia
Layanan 4G tersebut baru ada di beberapa kota salah satunya yaitu Bandung, sedangkan di Cianjur masih belum ada. Namun menurut Rudi, XL akan secepatnya mengadakan layana tersebut di kota Tauco ini. “4G akan secepatnya ada di Cianjur,” tegasnya.
Namun, meski nanti sudah ada di Cianjur, handphone yang digunakan tidak sembarangan. Melainkan harus handphone yang sudah support terhadap sistem 4G. “Apabila masih menggunakan handphone yang masih 3G atau 3G plus tetap saja tidak akan bisa diakses. Sehingga handphonenya pun harus diganti dengan yang sudah support terhadap 4G,” tutupnya.(mg30)

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

Sedikitnya 6.000 botol minuman beralkohol berkadar di atas lima persen hasil penyitaan Satpol PP dan Polres Sukabumi Kota, kemarin (31/3), dimusnahkan.

Sedikitnya 6.000 botol minuman beralkohol berkadar di atas lima persen hasil penyitaan Satpol PP dan Polres Sukabumi Kota, kemarin (31/3), dimusnahkan.

Hasil Penyitaan dalam Operasi Pekat

JL LETTU BAKRIE – Sedikitnya 6.000 botol minuman beralkohol berkadar di atas lima persen hasil penyitaan Satpol PP dan Polres Sukabumi Kota, kemarin (31/3), dimusnahkan. Barang bukti itu diperoleh dari sejumlah titik hasil razia penyakit masyarakat selama 2014.
Kepala Satpol PP Kota Sukabumi Agus Wawan Gunawan menyebutkan jenis minuman beralkohol yang dimusnahkan di antaranya bir, ciu, whiskey, gilbey, dan sejumlah jenis lainnya. Menurutnya, pemusnahan minuman beralkohol itu baru dilakukan saat ini karena menunggu terkumpul seluruhnya dari hasil penyitaan. “Dari hasil penyitaan di tujuh titik selama 2014, hampir 6.000 botol minuman beralkohol yang kita musnahkan saat ini,” kata Agus kepada wartawan usai pemusnahan di ruas Jalan Lettu Bakrie, kemarin.
Selama 2015, sejak Januari-Maret, Satpol PP baru menyita sebanyak hampir 60 botol minuman beralkohol berbagai jenis. Saat ini masih diamankan di gudang penyimpanan di kantor Satpol PP Kota Sukabumi. “Yang 60 botol itu belum masuk berita acara tipiring (tindak pidana ringan),” ujarnya.
Kapolres Sukabumi Kota AKB Diki Budiman mengatakan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol itu hasil penyitaan bersama Satpol PP, Polri, dan sejumlah ormas Islam. Polres Sukabumi Kota pun beberapa waktu sempat memusnahkan barang bukti minuman beralkohol. “Terpenting bagi kita perda itu harus ditegakkan,” kata Diki.
Diki mengaku saat ini sudah membuka koordinasi dan komunikasi dengan DPRD terkait sanksi yang diatur dalam Perda Nomor 1/2014 tentang Larangan Minuman Beralkohol. Pasalnya, banyak elemen masyarakat yang mempertanyakan soal rendahnya ancaman hukuman dalam perda tersebut. “Saat ini sedang kita kaji untuk merevisi perda tersebut. Tapi tetap harus mengacu pada undang-undang yang ada di atasnya,” kata Diki.
Hanya saja yang nanti akan dikaji itu menyangkut soal besaran denda. Namun Diki belum bisa memastikan berapa besaran denda yang akan dikenakan jika nanti Perda nomor 1/2014 itu direvisi. “Kalau soal sanksi ancaman hukuman tipiring sesuai undang-undang itu maksimal tiga bulan. Kecuali nanti soal dendanya yang akan direvisi. Tapi untuk teknisnya nanti akan dibahas bersama DPRD,” tegasnya.(ben)