Waspada Kebakaran Hutan!

DOK/CIANJUR EKSPRES KEKERINGAN: Salah seorang warga di Kabupaten Sukabumi terpaksa memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kekeringan.

DOK/CIANJUR EKSPRES
KEKERINGAN: Salah seorang warga di Kabupaten Sukabumi terpaksa memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kekeringan.

*Dishutbun dan BPBD Imbau Warga tak Bakar Lahan

SUKABUMI – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sukabumi mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan bersamaan musim kemarau saat ini. Imbauan difokuskan bagi warga di kawasan hutan yang biasanya membuka lahan baru dengan cara membakar ilalang.

“Untuk mengantisipasi kerawanan bencana kekeringan juga kebakaran hutan, kami telah meminta warga di sekitar hutan agar tidak melakukan kegiatan yang bakal menimbulkan potensi terjadinya kebakaran,” tegas Kepala Dishutbun Kabupaten Sukabumi Dadang Budiman, kemarin (21/8).

Dishutbun menggandeng BPBD untuk bersama-sama mengimbau warga agar mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan. “Kita bersama BPBD melakukan koordinasi,” tegasnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi meminta agar para kepala desa dan camat cepat melaporkan kejadian kekeringan yang terjadi di daerah mereka masing-masing. Hal ini dilakukan agar lebih mempercepat penanganan bencana kekeringan yang maksimal.

“Selama musim kemarau berlangsung kami sudah melayangkan surat edaran melalui radiogram kepada para camat tersebar di 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Irwan Fajar.

Adapun isi surat radiogram mengimbau agar setiap kecamatan segera melaporkan secara dini kondisi kekeringan di wilayah mereka. Misalnya yang paling darurat ialah mengenai kesulitan air bersih untuk kebutuhan konsumsi minum sehari-hari. “Terlebih selama musim kemarau ini debit air permukaan terus mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal itu sangat berdampak terhadap kelangsungan suplai air warga, terutama di zona rawan krisis air,” katanya.

BPBD juga meminta agar pemerintahan kecamatan segera melaporkan areal pertanian yang terancam gagal panen (puso). Namun sampai saat ini belum ada kecamatan yang melaporkan secara rinci mengenai kondisi kekeringan. “Mungkin selama sepekan ini di sejumlah daerah di Kabupaten Sukabumi sudah mulai ada turun hujan, sehingga pasokan air masih memadai,” katanya.

Berdasarkan peta rawan kekeringan di Kabupaten Sukabumi, kata dia, dari 47 kecamatan sebanyak 34 kecamatan di antaranya merupakan zona rawan kekeringan. Daerah tersebut mendapatkan pantauan khusus dari BPBD. “Setiap tiba musim kemarau khusus di 37 kecamatan selalu memeroleh pemantauan khusus, yakni untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kekeringan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.(mg33)

Akhirnya, Mang Gawel-Zaini Lolos

tatang sutrisna/cianjur ekspres PLENO: KPU Kabupaten Cianjur menggelar rapat pleno hasil verifikasi faktual dukungan tahap kedua jalur perseorangan yang meloloskan pasangan Deni Sunarya-Zaini Hamzah, kemarin.

tatang sutrisna/cianjur ekspres
PLENO: KPU Kabupaten Cianjur menggelar rapat pleno hasil verifikasi faktual dukungan tahap kedua jalur perseorangan yang meloloskan pasangan Deni Sunarya-Zaini Hamzah, kemarin.

*Berhasil Menyetor Dukungan Sebanyak 174.723

JL IRHANDA – Perjuangan panjang Tim Pemenangan Pasangan Deni Sunarya SH-dr Zaini Hamzah akhirnya berbuah manis. Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan ini akhirnya lolos untuk mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cianjur 2015 usai memenuhi syarat dukungan yang disetorkan ke KPU Kabupaten Cianjur.

Pada rapat pleno verifikasi faktual dukungan tahap kedua, pasangan ini berhasil menambah 95.927 suara dukungan dari 152 ribu dukungan yang disetorkan. Jika digabungkan dengan hasil verifikasi dukungan tahap pertama sebanyak 78.796 suara dukungan, maka jumlah dukungan yang berhasil dikumpulkan sebanyak 174.723.

“Jumlah ini melebihi yang disyaratkan sebanyak 144.031 sesuai dengan aturan yaitu sebanyak 6,5 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur,” ujar Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Shofia Wardany saat rapat pleno di Aula KPU Kabupaten Cianjur, kemarin.

Menurut Anggy, jumlah dukungan tahap kedua tersebar di 31 kecamatan. Dari 151 ribu dukungan yang disetorkan, setelah diverifikasi berhasil dikumpulkan dukungan yang valid sebanyak 95.927. “Minus Kecamatan Campakamulya karena pada verifikasi tahap kedua tidak ada suara dukungan yang masuk,” imbuh dia.

Hasil rapat pleno ini, dikatakan Anggy, meloloskan pasangan Deni Sunarya alias Mang Gawel bersama pasangannya dr Zaini Hamzah dari tahap verifikasi dukungan. “Setelah ini kita menunggu hasil pada penetapan pasangan calon 24 Agustus mendatang,” tandasnya.

Kepala Divisi Pengawasan Panwaslu Kabupaten Cianjur, Agus Jaelani, menjelaskan bahwa dibanding tahap pertama, dukungan tahap kedua ini dianggap lebih rapi dan sistematis. Dia menunjukkan jika pada tahap pertama banyak data fiktif dan tidak jelas, “Pada tahap kedua ini dokumennya rapi dan lebih bagus dibanding sebelumnya,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Deni Sunarya-Zaini Hamzah, Palas Saputra, mengaku senang dengan hasil kerja tim yang bisa meloloskan pasangan calon yang didukungnya. Dia merasa yakin sejak awal bahwa hasil dukungan bisa lolos. “Alhamdulillah, kerja keras kami tidak sia-sia. Dukungan untuk pasangan ini bisa menjadi modal untuk melangkap ke tahapan selanjutnya,” kata dia.

Palas malah optimistis bisa memenangkan Pilbup Cianjur 2015 ini karena mendapatkan dukungan yang nyata. Dia pun yakin bisa memenangkan pilbup dengan target 80 persen suara. “Pokona mah tagline sekarang ‘daek keked moal aya elehan’ untuk pemenangan Mang Gawel-Zaini,” tegasnya.

Untuk pengamanan rapat pleno KPU Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur mengerahkan pengamanan cukup ketat. Sebanyak 2 SSK pasukan Polres ditambah 1 SSK Brimob ditempatkan di seputar Kantor KPU Kabupaten Cianjur. Bahkan, Jalan Ir H Djuanda mulai dari pertigaan Suge hingga bundaran Tugu Ngaos Mamaos Maenpo pun ditutup.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kabbag Ops Hilman, mengatakan, dalam upaya pengamanan ini menyiagakan sebanyak 3 satuan setingkat kompi (SSK), 2 SKK dari Polres Cianjur dan 1 SSK dari Brimob. “Pelayanan pengamanan ini bukan untuk kantor KPU saja, tapi untuk semua kalangan. Baik itu warga, pengunjung, calon bupati, bahkan wartawan pun akan kami lindungi. Sementara untuk rantis ini juga untuk siapa saja, pasti kami amankan,” paparnya kepada wartawan, kemarin.

Hilman mengatakan, tidak semua personel dilengkapi dengan senjata karena setiap anggota yang berjaga sesuai instruksinya. Hanya puluhan anggota, terutama anggota Brimob yang dibekali senjata. “Pengamanan ini dilakukan dari berbagai aspek, termasuk lalu lintas agar aktivitas pengendara juga tidak terganggu. Intinya biar aman, nyaman, dan menjaga ketertiban,” tegas dia.(daz)

Berharap Krisis Air Berakhir

ILUSTRASI/IST KRISIS: Warga berharap krisis air bersih segera berakhir karena sudag bosan membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

ILUSTRASI/IST
KRISIS: Warga berharap krisis air bersih segera berakhir karena sudag bosan membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

**Warga Terpaksa Membeli Air untuk MKC dan Mandi

SUKALUYU – Warga Desa Sukamulya terpaksa harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena banyak sumur warga yang mengering akibat musim kemarau ini.

Hal tersebut diakui Kepala Desa Sukamulya Wawan Suwandi. Kata dia, untuk memenuhi kebutuhan air minum warganya kini harus mengandalkan air minum isi ulang. Padahal biasanya bila hanya untuk minum, warga bisa memanfaatkan sumber air dari sumur.

“Untuk sementara mungkin dalam memenuhi kebutuhan minum, beberapa warga mengandalkan depot isi ulang air minum karena sumber airnya sudah ada yang kering,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (20/8).

Kemudian, lata dia, ternyata warga pun begitu antusias terhadap bantuan yang diselenggarakan oleh Polres Cianjur yang menawarkan pembelian air bersih murah. Lantaran selain untuk air minum, rupanya kebutuan air bersih untuk MCK pun dibutuhkan warga.

“Warga pun dalam keadaan ini, mengharap besar banyak bantuan seperti yang digelar oleh Polres Cianjur belum lama ini,” ucapnya.

Sehingga sementara pihaknya pun selaku pemerintah desa terus mengupayakan kepentingan warga tersebut dengan berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur melalui beberapa instansi. “Sementara laporan dan koordinasi terus kami upayakan dengan dinas-dinas terkait. Supaya kesulitan warga dalam kebutuhan air bersih ini bisa segera teratasi,” pungkasnya.(mg27)

Ratusan RT di Sukaraharja Krisis Air

ILUSTRASI KRISIS AIR: Ratusan RT di Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber mengalami krisis air bersih, Ketiadaan air tersebut sudah berlangsung selama 4 bulan.

ILUSTRASI
KRISIS AIR: Ratusan RT di Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber mengalami krisis air bersih, Ketiadaan air tersebut sudah berlangsung selama 4 bulan.

*Terjadi Selama 4 Bulan dan Belum Mendapatkan Bantuan

CIBEBER – Ratusan RT di Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber mengalami krisis air bersih akibat musim kekeringan berkepanjangan ini. Kondisi itu sudah berangsur selama empat bulan dan hingga saat ini daerah tersebut belum mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah.

Kepala Desa Sukaraharja, H Saefudin mengaku, sudah bosan untuk mengusulkan bantuan karena tak kunjung ditanggapi. Pemerintah selalu menganggap sepele dalam masalah kekeringan ini, terutama krisis air bersih.

“Air ini merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi. Tapi ketika warga tidak bisa mendapatkan air yang layak, tentunya harus dibantu. Apalagi di sini sudah empat bulan warga kelimpungan mencari air bersih,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (20/8).

H Abo, panggilan akrab Saefudin, menyebutkan, dari ratusan RT yang ada, yang paling krisis di wilayah Kampung Cibarengkok yang dihuni ratusan keluarga. Kondisi ini diperparah dengan status tanah di Sukaraharja merupakan lahan tadah hujan.

“Warga kami mengambil air ini ke Sungai Cikondang. Mandi dan nyuci baju juga di sana. Jaraknya dari wilayah kami ada sekitar empat sampai lima kilometer,” jelasnya.

Abo mengaku, krisis air bersih di wilayahnya itu sudah menjadi musim tahunan dan belum teratasi sampai sekarang. Bahkan, Desa Sukaraharja yang menjadi sentral penghasil padi paling banyak di Cibeber ini mengalami penyusutan hasil panen.

“Banyak petani juga yang gagal panen. Kami (pemdes) sudah berupaya mengatasi itu, namun dana tidak mencukupi. Boro-boro buat membantu warga kami, gaji buat staf desa saja sudah susah,” keluhnya.

Sementara itu, Camat Cibeber, Ucup Supriyadi Dithamiharja, mengaku, di Cibeber saat ini masih aman dari krisis air bersih. Meski begitu, pihaknya tidak menampik bahwa di wilayahnya memang rawan terjadi kekeringan karena banyak lahan tadah hujan.

“Belum ada laporan dari setiap desa mengenai krisis air bersih ini. Kalau pun ada laporan pasti akan kami tindaklanjuti,” kata dia, belum lama ini.(red)

Sebentar Lagi, Jembatan Cipeutag Rampung

MOCH REZA FAUZIE/CIANJUR EKSPRES BAU: Sampah yang menumpuk di sungai ini akibat minimnya tempat sampah, sehingga bau busuk dari sampah itu menggangu pengendara.

MOCH REZA FAUZIE/CIANJUR EKSPRES
BAU: Sampah yang menumpuk di sungai ini akibat minimnya tempat sampah, sehingga bau busuk dari sampah itu menggangu pengendara.

**Menjadi Akses Distribusi Hasil Tani dan Bekerja

PACET – Pembangunan Jembatan Cipeutag di Kampung Cipeutag Desa Gadog Kecamatan Pacet sempat terhambat oleh longsoran tanah yang terjadi beberapa waktu lalu. Meskipun begitu, pembangunan jembatan masih berlanjut.

Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Gadog Kecamatan Pacet, Dede Misbahudin menjelaskan saat ini pembangunan Jembatan Cipeutag sudah menginjak sekitar empat minggu, dan sedang dilakukan pemasangan alas untuk plat besi jembatan.

“Longsoran beberapa waktu lalu membuat tanah terkikis sekitar 13 meter. Jadi dampak longsor panjang jembatan yang semula 10 meter jadi 13 meter. Saat ini sedang pemasangan alas untuk pelat besi,” jelasnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (20/8).

Dede menambahkan, lebar jembatan direncanakan sepanjang 1.5 meter. Pasalnya jika lebar jembatan sempit, tentu para petani yang membawa hasil bumi harus mengantri jika menggunakan jembatan.

“Di jembatan banyak petani yang bawa hasil kebun, kalau lebarnya tidak semeter setengah harus ngantri. Dampak longsoran, pembangunan jembatan yang semula lurus jadi belok sekitat delapan meter ke kanan,” tambahnya.

Longsor kecil yang terjadi saat hujan malam Sabtu beberapa waktu lalu tidak menjadi hambatan. Dia menjelaskan saat ini pembangunan tiang di dua arah sudah selesai dan diperkirakan selesai setengah bulan lagi.

“Jembatan itu perbatasan Desa Gadog dengan Desa Sindanglaya. Jembatan sangat vital bagi warga karena tidak ada jalan alternaitf. Kalaupun ada, melalui perumahan dan belum tentu dikasih izin makanya pembangunan jembatan prioritas. Sementara sekarang pakai jembatan bambu dulu sambil membangun,” pungkasnya.(eza)

Perajin Plat Nomor Menjamur

ZEDI SUMANJAYA/CIANJUR EKSPRES MENJAMUR: Tingginya kebutuhan akan plat nomor membuat warga banyak yang kini berprofesi sebagai perajin plat nomor.

ZEDI SUMANJAYA/CIANJUR EKSPRES
MENJAMUR: Tingginya kebutuhan akan plat nomor membuat warga banyak yang kini berprofesi sebagai perajin plat nomor.

** Hampir Ada di Sepanjang Jalan Protokol

JL ARIEF RAHMAN HAKIM – Perajin plat nomor memang sangat dibutuhkan untuk menunggu datangnya plat nomor dari pihak kepolisian. Sebagai pembuatan plat nomor sementara, Perajin plat nomor yang kerap mangkal di Jalan Arief Rahman Hakim, Tis (48), mengaku kerap menerima order dari para pengguna sepeda motor.

“Sekarang ini, jasa plat nomor hampir ada di setiap jalur jalan protokol, di jalur jalan ini saja ada sekitar 6 perajin plat nomor,” ucapnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (20/8).

Dia menambahkan, untuk modal awal membuka usaha plat nomor saat lima tahun kebelakang membutuhkan sekitar Rp3 juta. Meliputi pembelian alat cetak dan juga peralatan pendukung lainnya. “Jika sekarang, modal awal untuk membuat plat nomor pasti akan lebih dari Rp3 juta,” bebernya.

Dari pembuatan plat nomor, satu set membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab untuk plat nomor motor dibutuhkan waktu satu jam dan plat nomor mobil sekitar dua jam. “Bagi orang yang pertama kali membuka usaha plat nomor atau dalam tahap pembelajaran bagaimana bakat orangnya, jika ada jiwa teknik akan mudah untuk pemahamannya,” ucapnya.

Harga yang ditawarkan untuk plat nomor motor dengan ukuran 27.5×11 sentimeter dihargai Rp35 ribu dan plat nomor mobil ukuran 46×14 sentimeter Rp70 ribu. “Harga plat nomor yang saya tawarkan sesuai dengan harga umum saja,” ujarnya.

Dari pembuatan plat nomor setiap harinya, Tis maksimalnya hanya dapat membuat lima plat nomor, mengingat waktu yang dibutuhkan untuk proses pembuatannya cukup lama. “Jika satu plat nomor saja butuh dua jam, dalam satu hari dengan tenaga saya ini hanya bisa membuat lima plat nomor saja,” ujarnya.

Ramai tidaknya penjualan plat nomor di jalan, lanjutnya, tergantung bagaimana situasi di kepolisian lalu lintasnya. Jika plat nomor dari pusat kosong maka akan ramai. “Kebetulan plat nomor dari pusat kosong, jadi sekarang alhamdulillah ramai,” tandasnya.(zed)

Jajuli-Iman Bidik Perempuan

rudi samsidi/cianjur ekspres ELEKTABILITAS: Tim Pemenangan Maju Beriman membidik kaum perempuan sebagai relawan karena dianggap bisa meningkatkan elektabilitas pasangan calon Akhmad Jajuli-Iman Adi Nugraha.

rudi samsidi/cianjur ekspres
ELEKTABILITAS: Tim Pemenangan Maju Beriman membidik kaum perempuan sebagai relawan karena dianggap bisa meningkatkan elektabilitas pasangan calon Akhmad Jajuli-Iman Adi Nugraha.

*Bentuk Tim Pemperdayaan Perempuan Maju Beriman

SUKABUMI – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Akhmad Jajauli-Iman Adi Nugraha membidik kalangan aktivis perempuan untuk ditempatkan di sejumlah jabatan strategis dalam struktur tim pemenangan Maju Beriman. Janji tersebut disampaikan pada acara Tim Pemenangan Pemeberdayaan Perempuan Maju Beriman yang digelar di Sekertariat Maju Beriman di Jalan Raya Cikukulu Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi. Acara tersebut dihadiri langsung oleh  Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Hj Nita Jajuli.

“Sosialisasi Tim Pemenangan Pemberdayaan Perempuan Maju Beriman diikuti kurang lebih 150 orang. Semua kalangan yang ada di dalamnya berjuang bersama suksesnya Maju Beriman,” katanya.

Penanggung Jawab Tim Pemenangan Maju Beriman H Baban Syaban mengharapkan, tim pemenangan yang telah dibentuk untuk bisa berjuang bersama untuk suksesi pilbup ini bukan hanya diisi oleh para fungsionaris dari partai politik pengusung. Menurut dia, pihaknya juga mengakomodir kalangan perempuan, terutama dari kalangan Pemberdayaan Perempuan yang selama ini melakukan advokasi terhadap para tenaga kerja wanita, pemberdayaan masyarakat serta perlindungan perempuan dan anak.

“Harapan pembentukan tim Pemberdayaan Perempuan Maju Beriman bisa mendongkrak popularitas juga stabilitas yang tinggi di kalangan perempuan. Alasannya, jumlah pemilihan kaum perempuan sangant signifikan dalam perolehan suara dan bisa mempengaruhi elektabilitas,” jelas Baban.

Pasangan calon Ahmad Jajuli-Iman Adi Nugraha yang memiliki moto Maju Beriman ini salah satunya mengedepankan kepentingan semua kalangan khususnya kaum perempuan. Untuk mewujudkan itu tim Pemberdayaan Perempuan Maju Beriman terus membidik sosialisasi dari mulai kaum perempuan, utamanya dari kalangan ibu rumah tangga, kelompok pengajian, PKK, dan yang lainnya untuk terlibat dalam tim pemenangan maupun menjadi pimpinan organisasi relawan.(mg33)