Siswi SMK Diperkosa Pacar Sendiri. Usai Digauli, Korban Ditawarkan pada Temannya

92640352621-korban_perkosaan

JL RAYA CIBEBER – Muhaemin (19) warga Kampung Sempur RT 04/RW 02 Desa Mulyasari Kecamatan Cilaku tega memperkosa pacarnya sendiri YN (15), pelajar kelas 1 SMK. Bahkan setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, ia menyuruh temannya Dede Jamal (27) alias Pap ‘mencicipi’ YN yang masih terbaring di tempat tidur.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kasus pemerkosaan terjadi pada Senin (17/11) lalu. Muhaemin membawa pacarnya, YN dan teman sekolah ER (15) usai pulang sekolah. Lantas, Muhaemin menghubungi Dede melalui telepon seluler untuk meminjam kamarnya.
Lantas, mereka bertiga menuju rumah Dede yang berada di Kampung Sempur RT 04/RW 02 Desa Mulyasari. Kemudian setelah mereka sampai ke kediaman Dede, ER yang merupakan teman korban memilih pulang dengan alasan akan pergi ke warnet untuk mengerjakan tugas.
“Ketika Muhaemin dan YN berduaan karena ditinggalkan ER dan Dede, dari situlah mula terjadi persetubuhan antara Muhaemin dan YN,” papar Kapolsek Cilaku, AKP Suryo Wirawan, kepada Cianjur Ekspres, ketika ditemui di ruangannya, kemarin (20/11).
Sebenarnya, jelas Suryo, hasil penyelidikan hubungan intim antara Muhaemin dan YN ini, suka sama suka atau tidak ada pemaksaan. Tetapi tetap saja Muhaemin dijerat pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur. “Yang lebih parahnya, ada kata-kata yang keluar dari mulut Muhaemin yang menyuruh Dede untuk ikut menyetubuhi YN,” jelasnya.
Lantas, lanjut Suryo, Dede pun langsung masuk ke dalam kamar untuk menghampiri korban. Namun ketika Dede masuk kamar, YN pun kaget dan bergegas keluar kamar. Akan tetapi, Dede langsung menghadang dan mendorong YN agar kembali ke tempat tidur. “Dari situlah korban meronta-ronta. Tetapi tersangka (Dede, red) terus saja memaksa YN untuk melayani nafsu bejatnya,” ungkap dia.
Suryo mengaku, kasus pemerkosaan itu tidak ditemukan kekerasan dan dua tersangka itu pun tidak dalam pengaruh alkohol maupun narkoba. Namun lantara korban tidak terima dengan perlakuan Muhaemin dan Dede, pihak keluarga melaporkan kasus ini pada Rabu (19/11) lalu ke Polsek Cilaku. “Setelah mendapatkan keterangkan dan bukti, kami langsung menangkap kedua tersangka di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan,” ujar dia.
Kini, tambah dia, kedua tersangka masih dalam proses penyidikan dan menjadi tahanan Polsek Cilaku selama 20 hari. Jika penyidikan ini belum selesai selama 20 hari, maka pihaknya akan meminta kepada Kejaksaan Negeri Cianjur untuk melakukan tambahan waktu. “Pelaku dijerat pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur. Bahkan bisa dijerat 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun,” pungkasnya.(red)

Cuaca Buruk, Nelayan Terpuruk. Kurangi Aktivitas Menangkap Ikan

2

MANDE – Sejumlah warga nelayan di Desa Bobojong, Kecamatan Mande mengurangi aktivitas menangkap ikan di perairan Jangari. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir ini kondisi cuaca buruk, akibat musim pancaroba. Akibatnya, sejumlah warga nelayan terpaksa beralih sementara menjadi petani ataupun buruh serabutan.
Jajang, salah seorang nelayan, mengatakan, cuaca buruk akibat musim pancaroba membuat sejumlah nelayan mengurangi kegiatan menangkap ikan. Melihat kondisi yang ada, para nelayan khawatir dengan keselamatan mereka jika memaksakan untuk menangkap ikan.
“Sudah hampir dua pekan ini, akibat cuaca buruk, kami khawatir kalau dipaksakan untuk menangkap ikan di perairan Jangari,” kata Jajang, kemarin.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para nelayan ada yang, untuk sementara beralih mata pencaharian. “Hanya sementara, meski hasilnya tidak seberapa, tapi lumayan untuk makan,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Sub Unit Pelayanan Cirata Agus Mulyana Sip, mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, pihaknya mengimbau para nelayan untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
“Kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi, terkadang cerah terkadang buruk yang disertai dengan angin kencang. Kami minta nelayan waspada saat melakukan aktivitas di perairan,” kata Agus kepada Cianjur Ekspres, kemarin.
Dia mengungkapkan, kondisi hujan dengan disertai angin kencang yang terjadi di perairan sangat berpotensi menenggelamkan perahu nelayan.
”Tidak hanya para nelayan dan pemilik perahu. Bagi para pemilik jaring apung juga kami ingatkan agar mewaspadai cuaca. Kami menyarankan untuk tidak beraktivitas saat cuaca mendung disertai angin kencang,” ucapnya. (ang)

Sopir Angkum Ngiri Ingin Kompensasi. Pilihan Dilematis Dihadapkan dengan Naiknya BBM

2

JL RAYA BANDUNG – Sejumlah sopir angkutan umum (angkum) menuntut kepada pemerintah agar mereka mendapatkan kompensasi pascakenaikan bahan bakar minyak (BBM) ini. Kompensasi itu bisa berbentuk pembelian spare part murah, tunai, atau harga premium dan solar tidak naik khusus angkum.
Ketua I DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Cianjur, Dede Supyanudin, jika ada kompensasi khusus untuk para sopir angkum maka tarif tidak akan dinaikkan. Sebab, kenaikkan tarif bukan keinginan pengusaha atau sopir angkum.
“Mereka itu dilematis. Menaikan tarif akan berdampak pada penurunan jumlah penumpang. Tapi kalau tidak dinaikkan tarif, maka mereka tidak ada penghasilan. Jadi sebenarnya kedua kebijakan itu serba salah. Maka mereka perlu mendapatkan kompensasi,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.
Dia menjelaskan, kenaikan tarif sebesar 20 persen untuk angkum dalam kota atau naik Rp1.000 dari tarif sebelumnya. Untuk angkum pedesaan, tarif naik sebesar 25 persen atau naik Rp2 ribu dari tarif sebelumnya. Sedangkan untuk angkum jurusan Cianjur selatan (Cisel) itu berkisar 25 sampai 30 persen.
“Kenaikan tarif ini sama saja bunuh diri. Karena kondisi para sopir angkum ini, mati tidak, hidup juga tidak. Artinya, bisa mendapatkan uang buat setoran tapi tidak mendapatkan uang dapur,” jelasnya.
Selain itu, Dede memprediksi, tiga bulan ke depan akan banyak para pengusaha angkum yang gulung tikar. Kondisi para sopir pun akan semakin terjepit dan tidak mempunyai penghasilan tambahan.
“Berbagai pungli di lapangan untuk angkum ini juga masih marak. Ditambah tarif naik dan setoran pun otomatis akan naik,” ujar dia.
Menurutnya, dengan menaikan tarif angkum bakal banyak warga yang akan meninggalkan jasa angkum. Terutama warga yang tinggal di wilayah pedesaan. Mereka akan lebih memilih kredit motor dibandingkan naik angkum.
“Perbandingannya, kredit motor per bulan rata-rata Rp400 ribu. Untuk angkum pedesaan tarif pulang-pergi Rp15 ribu per hari atau Rp450 ribu per bulan. Maka mendingan kredit daripada naik angkum. Malah kalau pakai motor bisa kemana-mana, bisa nganter keluarga ke sana-sini,” pungkasnya.(red)

Ratusan Siswa Jakarta Belajar Membatik. Menambah Wawasan Batik Asli Indonesia

4

JL SLAMET RIYADI – Sejak pukul 09.00 Wib lebih dari 100 siswa SMK terpilih dari Jakarta Selatan memadati kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Cianjur, kemarin (20/11). Tujuan mereka adalah untuk studi dan penambahan wawasan tentang batik Indonesia, khususnya batik siswa.
“Tujuan kunjungan ini untuk pengembangan wawasan bagi para siswa tentang kebudayaan. Terutama batik secara nasional, khususnya batik lokal Cianjur,” ungkap pembimbing rombongan, Adi Waluyo kepada Cianjur Ekspres, kemarin.
Dari pantauan Cianjur Ekspres, para siswa yang terdiri dari berbagai sekolah tampak asyik membatik di ruang dalam dan luar Dekopinda Cianjur. Sebelumnya, tepatnya pada 19 November 2014 lalu para siswa tersebut sudah membuat pola batik terlebih dahulu di Cisarua. Kemarin mereka tinggal melaksanakan pewarnaan.
“Dari kegiatan yang diadakan hari ini (kemarin, red) semoga para siswa bisa tahu sejarah, contoh, dan proses pembuatan batik khususnya Cianjuran. Mereka pun bisa merasakan bagaimana menajdi pelaku dalam pembuatan batik, namun intinya mereka punya pengalaman berharga melalui pembelajaran batik ini,” tuturnya.
Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (LP3EM) mengatakan bahwa secara rutin nantinya semua daerah di Jakarta akan berkunjung ke Cianjur untuk melakukan hal yang serupa.
“Beberapa bulan lalu dari Jakarta Utara, sekarang dari Jakarta Selatan, dan nanti dari Jakarta lainnya. Seperti yang telah diketahui, bahwa Cianjur adalah satu-satunya yang sudah memiliki batik siswa. Semoga nanti Cianjur bisa jadi kota batik ketiga setelah Jogja dan Solo, lalu Pekalongan,” sebutnya.
Sementara itu salah satu peserta asal SMK Jakarta Wisata, Muhamad Riduan mengaku, kagum pembuatan batik cukup rumit namun menyenangkan. Saat dilihat, dia sedang membatik dengan pola monumen ansional (Monas).
“Gampang-gampang susah bikin batik seperti ini. Susahnya saat menuangkan malam ke kain. Namun senangnya karena ada rasa kebersamaan dalam pembuatan. Semoga Jakarta bisa mencontoh Cianjur,” kata dia(mg25)

Hentikan Pembangunan Ruko GSP!. Bupati Cianjur Menilai Pengembang Langgar Aturan

2

CIRANJANG – Bupati Cianjur Drs H Tjetjep Muchtar Soleh MM, mengimbau pihak pelaksana proyek pembangunan rumah toko (Ruko) milik PT GSP di Kampung Sukasari RT 01/17, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, segera menghentikan aktivitas pembangunan. Alasannya karena pihak pengembang dinilai melanggar aturan.
“Kami imbau untuk tidak melakukan kegiatan pembangunan. Jika memang pengembang masih membandel dan akhirnya menimbulkan reaksi warga, pemkab tidak akan bertanggung jawab,” kata Tjetjep kepada wartawan, kemarin.
Kepala Bagian Tata Usaha Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Cianjur, Subianto, mengungkapkan penghentian proyek ruko tersebut karena pengembang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Sampai saat ini untuk perizinannya masih belum ada, sehingga untuk sementara dihentikan oleh pihak Satpol PP Cianjur,” ucap Subianto.
Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna, menjelaskan penghentian proyek ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang diajukan pihak Pemerintah Kecamatan Ciranjang, karena proyek tersebut tidak dilengkapi izin dan melanggar perda.
“Kami akan panggil pihak pengembang untuk dimintai keterangan terkait proyek ini. Jika terbukti tak berizin proyek ini tidak bisa dilanjutkan atau diberhentikan dan ditutup,” tegasnya. (ang)

Pedagang Pasar Induk Disergap Cileuncang. Setiap Hujan, Air Meluber dari Selokan

DCIM999MEDIA

JL SITI JENAB – Pedagang Pasar Induk Cianjur (PIC) mengeluhkan air yang meluber dari selokan dekat kantor DKM Masjid Agung Cianjur. Contohnya Lilis, pedagang sayuran yang posisi jongkonya tepat di atas titiik keluarnya air. Dia mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah terjadi sejak empat hari yang lalu.
“Ada tiga titik keluarnya air. Yang dua sudah sejak empat hari yang lalu, nah yang satu lagi baru keluarnya. Kondisi ini tentu mengganggu soalnya kasihan yang beli kakinya kebasahan,” ungkapnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (5/11).
Dari pantauan Cianjur Ekspres, air yang keluar dari dua lubang dekat trotoar terbilang cukup deras. Sedangkan yang satu lagi, air keluar masih lambat. Lilis mengatakan bahwa dia tidak tahu air tersebut sumbernya dari mana. “Gak tahu dari ledeng, gak tahu dari selokan. Belum ada tindakan dari pihak pengelola,” tambahnya.
Senada diucapkan Juned, pedagang es campur yang juga merasakan dampak dari air yang meluap. Bahkan dirinya mengaku harus bergeser beberapa meter karena tempat dagangnya sudah banjir oleh air ditambah sampah sayuran.
“Tadinya saya dagang di tempat biasa, tapi karena air sudah banyak jadi bergeser. Tentu mengganggu karena becek kasihan yang beli. Tempat sekarang dagang pun terancam banjir lama-kelamaan,” paparnya.
Sementara itu seksi keamanan dan kebersihan PIC, Ade Kusmana, membenarkan jika sampai saat ini masih belum dilakukan penindakan. Hal tersebut dikarenakan masih dalam proses perundingan untuk perbaikan.
“Sudah dikontrol dan ternyata air itu dari selokan. Belum diatasi karena itu harus sama ahlinya, sekarang masih dalam perundingan. Jika hasil dari rundingan sudah ada, maka baru dilakukan penindakan,” tuturnya.
Ade menyebutkan bahwa air tersebut mengalir sampai blok tempat pedagang daging. Di situlah air berhenti mengalir. Dia pun memaparkan bahwa air keluar dikarenakan selokan dipenuhi sampah sehingga meluap.
“Air ngalirnya sampai dekat tukang daging, di sana ada selokan jadi mesuk ke situ. Selokan mungkin banyak sampah sehingga air meluap darimana saja keluarnya,” kata dia.(mg25)

Paket B Sindanglaka Masih Menerima Siswa Baru

DCIM999MEDIA

KARANGTENGAH – Sekolah Paket B Sindanglaka di Kampung Babakan Hilir RT 03/RW 03 Desa Sindanglaka Kecamatan Karangtengah, selenggarakan pendidikan gratis untuk warga Kabupaten Cianjur. Dengan harapan, banyak warga yang peduli akan pentingnya pendidikan sebagai bentuk menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun.
Penyelenggara sekolah paket B Sindanglaka, Lilis Holisoh, mengatakan, paket B merupakan pendidikan non formal yang setara dengan SMP. Untuk warga yang mengikuti paket B di Sindanglaka tidak dipungut biaya alias gratis.
“Warga yang ingin mengukuti paket B di Sindanglaka cukup mendaftar, dengan memperisiapkan ijazah SD, fotokopi KTP/KK, pas foto 3×4, sebagai persyaratan. Pendafataran pun tidak dipungut biaya hingga lulus nanti,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.
Selain biaya sekolah paket B gratis, jelas dia, buku panduan belajar dan alat tulis juga sudah disediakan pihak sekolah. Sehingga warga yang mengenyam pendidikan paket B di Sindanglaka ini, tidak perlu lagi membeli perlengkapan sekolah.
“Cukup niat ingin sekolah paket B, warga bisa mengikuti pendidikan paket B ini,” jelasnya.
Dia mengaku, menyelenggarakan paket B di Desa Sindanglaka ini berdasarkan inisiatif lingkungan sekitar. Sebab di wilayah tersebut masih ada beberapa warga yang berpendidikan rendah dan masih membutuhkan pendidikan.
“Dari jumlah siswa paket B Sindanglaka sebanyak 15 orang, beberapa di antaranya sudah mempunyai anak. Paling muda 14 tahun dan usia paling tua 40 tahun,” ujar dia.
Lilis menyebutkan, tujuan adaanya paket B Sindanglaka ini juga untuk menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun. Sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu sore.
“Belajarnya Sabtu dan Minggu pukul 15.00 Wib sampai 17.00 Wib. Setiap Minggu siswa diajarkan keterampilan seperti membuat hantaran pengantin, tidak lama lagi akan belajar menjahit. Jadi selain punya ilmu pengetahuan juga memiliki keterampilan,” sebutnya.
Di sisi lain, dia menambahkan, sekolah paket B Sindanglaka masih menerima siswa baru. Sebab paket B Sindanglaka baru didirikan dua tahun dan baru memiliki 15 siswa kelas VIII yang merupakan warga sekitar.
“Kelas VII dan IX belum ada. Jadi sekolah paket B Sindanglaka baru mempunyai satu angkatan. Kami masih menerima siswa baru dan tidak ada batasan usia untuk tetap mengenyam pendidikan ini,” pungkasnya.(mg25)