Dicopot, Tjetjep Nyatakan Perang

*Partai Demokrat Alihkan Dukungan ke Suranto-Oki

JL IRHANDA – Drs H Tjetjep Muchtar Soleh MM akhirnya dicopot dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur. Tjetjep yang kini Bupati Cianjur tidak lagi memiliki kekuasaan atas partai pemilik 10 kursi di DPRD Kabupaten Cianjur ini. Komando partai berlambang bintang mercy di Cianjur sekarang dipegang Hedi Permadi Boy, anggota DPRD Jawa Barat.

Surat Keputusan (SK) pencopotan Tjetjep sekaligus pengangkatan Hedi bernomor 455/SK/DPP.PD/VII/2015 tanggal 25 Juli 2015 ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Hinca IP Pandjaitan. Tjetjep menjadi Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten sejak 2010, menggantikan Heri Sukirman.

Pascapencopotan Tjetjep, peta dukungan Partai Demokrat pada Pilbup Cianjur 2015 pun berubah dari semula mendukung pasangan Herman Suherman-Irvan Rivano Muchtar menjadi mendukung pasangan Suranto dan Aldwin Rahadian (Oki). Alasan pencopotan sebagaimana dikemukakan Hinca Panjaitan karena Tjetjep dianggap tidak melaksanakan kebijakan partai.

Dengan beralihnya dukungan maka Herman-Irvan harus menanggung konsekuensinya, seperti melepaskan atribut Partai Demokrat yang terpampang pada baligo atau banner yang tersebar di berbagai sudut kota maupun pelosok. Pasangan ini, menurut Hedi, tidak lagi berhak memakai atau menempelkan atribut Partai Demokrat. Pasangan yang kini berubah jadi pasangan Irvan-Herman diusung Partai Golkar, PKB, dan PBB.

Teknis penanggalan atribut Partai Demokrat yang kadung menempel pada pasangan Irvan-Herman  bisa dilakukan sendiri. “Kami sendiri akan melayangkan surat agar pasangan bersangkutan segera menghilangkan atribut Partai Demokrat pada media sosialisasinya. Tapi sebaiknya sebelum surat dilayangkan atas dasar kesadaran sendiri pasangan ini menghilangkannya  sendiri,” sebut Hedi di kediamannya Jalan Siti Bodedar, kemarin (31/7).

Menyangkut dukunganya kepada pasangan Suranto-Aldwin Rahadian, menurut Hedi, pihaknya siap berjuang keras untuk memenangkannya pada pilbup yang akan digelar 9 Desember mendatang. “Keluarga besar Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, termasuk 10 anggota DPRD Kabupaten Cianjur siap memenangkan pasangan Suranto-Aldwin Rahadian,” tegasnya.

Sementara itu, Tjetjep Muchtar Soleh menganggap pemecatan dirinya masih berupa penunjukan langsung. Pasalnya, Tjejep mengaku belum menerima surat pemecatan dirinya sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur.

“Kalau informasi ada, tapi surat pemberitahuan secara langsung belum ada. Mungkin langsung ditunjuk ke yang bersangkutan,” ujar dia.

Apabila putusan itu benar, kata Tjetjep, dirinya akan menerimanya. Asalkan putusan tersebut tidak berseberangan. “Ya terima saja, yang penting hati saya kan masih mercy,” ucap dia.

Dia pun menanggap dingin terkait pindah haluannya demokrat dari kubu sang anak. Menurutnya, Irvan-Herman masih memiliki dukungan yang kuat untuk memenangkan Pilbup Cianjur, 9 Desember mendatang. “Kehilangan dukungan tidak menjadi masalah, politik itu serba bisa dan serba mungkin, tenang saja,” ucapnya.

Menurut dia, secara aturan Partai Demokrat tidak lagi mendukung Irvan-Herman. Namun dalam kenyataan di lapangan tidak dapat diprediksi. Dia pun meyakini para pendukungnya masih setia kendati partai mengancam dengan pemecatan. Bahkan menurut Tjetjep pihaknya siap bertarung dengan atau tanpa dukungan dari partai yang memiliki kursi terbanyak di Dewan. “Kehilangan kursi itu tidak masalah, tapi semuanya kan kawan kami. Pokoknya tidak ada kekhawatiran pengalihan dukungan, perang welah pokona mah,” tegas dia.(mg30/*)

Doa Warga Cipeupeuyeum Dikabulkan

**Wabup Ikut Melaksanakan Salat Istisqo

HAURWANGI – Warga Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi bersama Wakil Bupati Cianjur dr H Suranto MM menggelar salat Istisqo di Lapang Desa Cipeuyeum, kemarin (31/7). Mereka memohon untuk meminta turunnya hujan karena di wilayahnya sudah tiga bulan tidak ada hujan dan mengakibatkan areal pesawahan dan sumur warga kering.

Wakil Bupati Cianjur, dr H Suranto MM, mengatakan, pada awalnya ia diminta oleh warga setempat untuk menghadiri kegiatan rohani tersebut, dimana warga menginginkan datangnya hujan untuk membasahi tanah yang sudah selama tiga bulan belakangan mengalami kekeringan.

“Warga bersama-sama meminta kepada Allah Swt secara langsung lewat beribadah dan doa bersama,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin.

Saat melaksanakan beribadah kurang lebih 15 menit, Suranto dan warga berjemur di tengah panas teriknya mentari yang mencapai sekitar 29 derajat selsius sambil memanjatkan doa kepada Allah Swt. “Semoga saja dari banyaknya yang berdoa, dalam waktu dekat bisa turun hujan,” ucapnya.

Di samping itu, kata Suranto, bentuk bantuan nyata dari pemerintah pun akan segera dilaksanakan untuk menindaklanjuti permasalahan kekeringan tersebut. “Rencana jangka panjangnya adalah reboisasi. Lantaran penanaman pohon berakar tunggang bisa menjadi solusi dari kekeringan yang ada. Sebab pohon berakar tunggang bisa menyerap banyak air saat turun hujan, juga bisa menahan air untuk tidak terjadinya banjir,”  paparnya.

Selanjutnya, rencana lainnya seperti pengalokasian CSR dari beberapa perusahaan yang berada di Kecamatan Haurwangi pun akan dialihkan terhadap penanaman pohon. “Untuk mensukseskan program ini, kami rencanakan beberapa perusahaan mampu melakukan hal serupa dengan yang kami upayakan,” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan, di beberapa kecamatan sekitar pukul 17.30 Wib hingga pukul 19.30 Wib telah turun hujan besar dan membasahi areal pesawahan milik petani. Sehingga pasokan air untuk kebutuhan warga sedikit terbantu.(mg27)

Anggaran Dipakai untuk Pilbup

*Pembangunan RS Pagelaran Kembali Terhambat

JL KH ABDULLAH BIN NUH – Pengoprasian Rumah Sakit Pagelaran terancam tertunda. Pasalnya anggaran yang sedianya digunakan untuk pembangunan tersebut, harus dialihkan untuk pemilihan bupati (pilbup) 2015.

Bupati Cianjur, Tjetjep Moechtar Soleh, mengatakan, seharusnya pembangunan RS Pagelaran rampung akhir tahun ini. Namun karena anggaran dialihkan untuk pelaksanaan pilbup, maka pembangunan menjadi terhambat.

“Anggaran untuk pilbup kan besar, sehingga diefiseensikan. Namun nanti di anggaran 2016 akan kembali dimasukan,” ujar dia kepada wartawan usai rapat paripurna, kemarin (31/7).

Menurutnya, tender pembangunan RSUD tersebut akan kembali dilelang pada Mei 2016, dengan total anggaran yang disesuaikan pada Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016.

“Untuk mulai pembangunannya, tergantung dari Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, sebab secara teknis merupakan tugas dari tarkim,” kata dia.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Tika Latifah, mengatakan, anggaran untuk pilbup berasal dari pusat, sehingga untuk pembangunan Rumah Sakit Pagelaran seharusnya tidak terganggu oleh pesta demokrasi serentak.

“Ini kebijakan pusat, sehingga pusat pun menganggarkan untuk pilkada serentak. Pembangunan rumah sakit harusnya sudah selesai, dan anggaran yang sisa yaitu 15 persen, harus diserap tahun ini, tidak dimasukan dalam anggaran tahun depan,” tegas dia.

Menurutnya, rumah sakit tersebut seharusnya sudah bisa beroperasi pada akhir tahun ini. Namun akibat terlambatnya pembangunan dan pengadaan alat kesehatan, rumah sakit itu belum dapat difungsikan.

“Bangunannya saja belum selesai sepenuhnya. Alat kesehatan pun belum ada. Terpaksa belum dapat dioperasikan,” tutupnya.(mg30)

Dana Pembangunan Jembatan Kurang

**Perbaikan Bisa Menelan Anggaran Sekitar 100 Juta

PACET – Pembangunan Jembatan Cipeutag yang terletak di Kampung Cipeutag Desa Gadog Kecamatan Pacet sudah dimulai sejak Senin (27/7) lalu. Namun dana pembangunan jembatan tersebut terbilang minim melihat kerusakan jembatan yang sangat parah.

Kepala Desa Gadog Kecanatan Pacet, Isa Saefudin ST MM menjelaskan dana yang ada saat ini sebesar Rp83 juta, sedangkan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali jembatan yang putus pascabencana beberapa bulan silam itu di atas Rp100 juta.

“Pembangunan sudah mulai, sehabis Jumatan (kemarin, red) mau gotong-royong bikin cor pondasi. Anggaran yang ada Rp83 juta, sebelumnya sudah konsultasi dengan ahlinya dana untuk pembangunan dibutuhkan Rp100 juta lebih,” paparnya kepada Cianjur Ekspres, kemarin (31/7).

Isa menjelaskan, sebelum pembangunan kembali jembatan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi warga pun siap gotong-royong untuk membangun. Baik itu berupa tenaga untuk bekerja ataupun menyisihkan sebagian uang untuk pembangunan.

“Anggaran Rp83 juta berasal dari dana desa. Desa Gadog memperoleh sekitar Rp300 juta sedangkan yang cair baru 40 persen. Nah dana yang 40 persen diperutukan untuk pengaspalan jalan, pemberdayaan, dan pembangunan jembatan itu,” tambahnya.

Isa menjelaskan, sebelumnya dana tersebut digunakan untuk pembangunan tanggul penahan tanah (TPT). Namun jembatan yang menghubungkan Desa Gadog dan Desa Sindnglaya tersebut rubuh, dana tersebut dialihkan untuk pembangunan jembatan yang dinilai penting.

“Panjang jembatan 12 meter, lebarnya 2,5 meter perbatasan dengan Desa Sindanglaya. Jembatan itu akses warga Gadog mengangkut sayuran, peternakan, dan ekonomi warga lainnya. Tapi yang penting sekarang dengan dana segini bisa digunakan untuk nyebrang,” ujarnya.

Diperkirakan sementara jembatan tersebut selesai dalam waktu dua bulan. Dia mengapresiasi warga yang ikut serta swadaya baik tenaga maupun biaya dalam pembangunan jembatan di atas Sungai Babakan Cipanas tersebut.

“Meskipin dana minim tapi bisa terbantu gotong-royong warga. Harapannya semoga bisa bermanfaat setelah dibangun kembali memperlancar ekonomi warga. Rencana ke depannya Pemdes akan mengajukan kembali untuk TPT. Jembatannya rusak parah.” tuturnya.

Saat ini aktivitas warga masih menggunakan jembatan darurat. Kasi Trantib Desa Gadog Kecamatan Pacet, Hermawan menjelaskan pembangunan jembatan yang rubuh masih di posisi yang sama dengan sebelumnya.

“Posisinya di yang dulu rusak, cuman sekarang lebih diperbaiki kontruksinya lebih baik dari yang sebelumnya,” ujarnya.(eza)

Dadang Sufianto Pilih Netral

*Gagal Mencalonkan dalam Pilbup Cianjur 2015

JL IRHANDA – Mantan Wakil Bupati Cianjur, Dadang Sufianto, mengambil sikap netral lantaran terhenti mencalonkan diri dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cianjur 2015.

Dadang mengatakan, dirinya telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan rekomendasi dari beberapa partai politik. Namun menurutnya, karena ada beberapa kendala dia terpaksa harus terhenti.

“Tahapan pencalonan sudah ditutup, rekomendasi partai pun terkendala beberapa hal. Padahal saya pun telah mengikuti hingga tes wawancara di DPP partai, namun memang mungkin harus terhenti sampai sini,” ujar dia kepada Cianjur Ekspres, kemarin (31/7).

Dia mengatakan, saat ini ia dan seluruh tim akan bersikap netral dan akan menghargai berlangsungnya pilbup. Meski dirinya sangat menyayangkan hal itu, pasalnya timnya telah bekerja keras untuk pencalonan dia.

“Saya akui pasti kerja keras telah dilakukan. Namun saya meminta agar tetap netral dan tidak mencederai proses Pemilihan Bupati Cianjur 2015,” kata dia.

Dia menambahkan, agar pasangan calon yang telah mendaftarkan diri agar menjaga persatuan dan kesatuan serta menghindari cara-cara berpolitik yang dapat memicu konflik yang mengganggu keamanan serta merugikan kepentingan umum.

“Semoga pemilu bupati tahun ini akan terlahir pemimpin yang benar-benar bisa mengikuti nilai lihur prndiri bangsa dan para leluhur Cianjur dengan menjad kemanan dan ketertiban,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Dadang Sufianto, Abdul Kholik, mengatakan, ia bersama timnya tetap akan setia dan mengikuti intruksi untuk netral. “Kami akan ikuti hingga intruksi selanjutnya yang akan diambil terucap. Sementara ini kami akan bersikap netral,” tutupnya.(mg30)

Warga Melek Administrasi Kependudukan

*Pengajuan Pembuatan KTP dan Akte Kelahiran Melonjak

BAROS –  Permohonan pengajuan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran saat ini mengalami peningkatan. Hal tesebut disampaikan Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Beni Hairani.

Sejak digulirkannya program road show ke setiap kelurahan, kesadaran masyarakat kini mengalami peningkatan dalam melakukan permohonan adminitrasi kependudukan.  “Ada peningkatan yang cukup signifikan setelah dilakukan sosialisasi,” kata Beni saat ditemui usai road show Administrasi Kependudukan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros.

Beni mengaku gembira dengan besarnya minat warga Kota Sukabumi untuk mengurus adminitrasi kependudukan, meskipun dampaknya berkas permohonan menumpuk di mejanya. Padahal sosialisasi baru dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cikole, Gunungpuyuh, dan Cibeureum. Jika sebelumnya pengajuan hanya sekitar 100 pemohon, sekarang mancapai 500 pemohon setiap hari. Jumlah tersebut termasuk permohonan pembuatan akte lahir. “Saya justru bersyukur berkas administrasi pengajuan menumpuk yang harus ditandatangani.  Ini sebagai indikasi apa yang diinginkan pemerintah direspons dengan baik oleh masyarakat. Walapun numpuk tetap harus tuntas saya tandatangani  dalam hari itu juga,” katanya.

Dia berkali-kali mengingatkan pada masyarakat agar mengurus adminitrasi kependudukan. Sebab, kendala selama ini yang dihadapinya, masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa mengurus administrasi kependudukan itu rumit.  Padahal sangat mudah dan tidak memerlukan biaya alias gratis. Enggannya warga mengurus adminitrasi kependudukan bukan karena tidak patuh pada aturan, tapi karena kekurangtahuan dalam proses pengajuannya. “Alhamdulillah, setelah dilakukan sosialisasi di tiga kecamatan, minat warga untuk mengurus adminitrasi kependudukan semakin meningkat. Permohonan melonjak drastis,” katanya.

Beni tidak jemu mengimbau masyarakat untuk mengurus adminitrasi kependudukan tanpa harus berfikir mengeluarkan biaya dan proses yang panjang. Apalagi, jajarannya dengan senang hati melayani masyarakat yang ingin memperoleh identitas  kependudukan. “Bahkan, pernah dalam satu hari mencapai 200 lebih pemohon akte kelahiran. Kami berupaya agar bisa secepatnya selesai,”katanya.

Memang, besarnya minat pemohon adminitrasi kependudukan berdampak terhadap ketersediaan blanko KTP maupun akte kelahiran. Tapi, Beni  tidak patah arang. Langkah menyiasatinya, dia meminta bantuan kepada Pemkab Sukabumi untuk memenuhi kekurangan blanko. Sebab, pemerintah pusat baru akan mendistribusikan blanko pada Agustus mendatang. “Untuk memenuhi kekurangan, saya pinjam ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sukabumi. Bulan depan kami baru menerima blanko dari pemerintah pusat sebanyak 3.500 lembar,” jelasnya.

Keterlambatan pengiriman blanko, kata dia, bukan faktor dari daerah, tapi karena alasan teknis yang dialami oleh pemerintah pusat. Hal itu membuat sejumlah daerah ditanah air kekurangan blanko. “Saya dapat informasi karena gagal lelang. Jadi dampaknya bukan hanya di Kota Sukabumi yang peminat pemohon cukup tinggi, tapi juga dibeberapa daerah ditanah air,” ungkapnya.(mg28)

Main Bola Makin Asyik

** Fanshop Mini Soccer Hadir di Cianjur

JL DR MUWARDI – Angin segar datang bagi para penggemar permainan sepakbola. Setelah menjadi satu-satunya di Jawa Barat yakni Fanshop Mini Soccer yang berada di Kabupaten Cimahi, kini lapangan Mini Soccer yang berukuran 30 x 40 meter ini hadir di Cianjur dengan fasilitas yang lebih lengkap. Bertempat di kawasan Jalan Dr Muwardi Bypass, belakang SMP Al-Azhar Kampung Bojong pilar Bojongherang Cianjur menjadi lokasi strategis Fanshop Mini Soccer memanjakan para pecinta sepakbola.

Dikatakan Owner Fanshop Mini Soccer, Ir H Dadang Supiandi bahwa lapangan bola miliknya sudah menggunakan rumput sintetis berlisensi FIFA dan langsung diimport dari Amerika Serikat. “Untuk Inpil sendiri sudah tidak pakai pasir, kami menjamin bahwa tempat kami satu-satunya yang menggunakan rumput sintetis dengan kualitas standar internasional. Selain itu kami juga menambahkan penerangan lapangan dengan standar lapangan sepakbola internasional dan ditambah area lapangan yang terbuka. Sehingga para pemain akan berasa bermain di stadion di kawasan benua Eropa,” jelasnya kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Dadang mengaku, untuk membangun lapangan Mini Soccer ini dirinya merogoh kocek sekitar Rp1,5 M tidak termasuk lahan. Selain itu untuk keamanan lahan parkir motor sudah dilengkapi dengan kamera CCTV.

“Jumlah pemain dari lapangan Mini Soccer sendiri adalah delapan orang per tim, khusus sebelum peresmian kami memberikan harga promosi yakni hanya Rp100 ribu saja per jam. Sedangkan setelah peresmian kami memberikan harga yakni hari biasa Rp250 ribu, Rp300 ribu pada malam hari dan untuk harga member yakni siang Rp200 ribu dan malam Rp250 per jamnya dengan boking member 50 persen di awal,” tuturnya.

Dadang optimistis, dengan hadirnya lapangan Mini Soccer ini warga Cianjur yang sudah mulai bosan dengan lapangan futsal dengan ukuran lebih kecil akan beralih ke lapangan Mini Soccer yang mempunyai ukuran yang lebih besar.

“Rencananya pada Grand Launching pada Agustus mendatang, kami akan mendatangkan pemain Persib Bandung. Karena Fanshop Mini Soccer sendiri merupakan penyedia merchandise resmi untuk para  pemain Persib Bandung. Tentunya, para bobotoh Persib yang ada di Cianjur wajib hadir dan mencoba keasyikan bermain di lapangan Fanshop Mini Soccer milik kami,” pungkasnya.(ind)